melawan rasa malas

Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk
melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan hanya ingin tidur bermalas-malasn. Rasa malas jenis yang satu ini relatif lebih bisa ditanggulangi. Nah,
bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya:

1. Membuat Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke
arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki
motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan
layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan
hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan
resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.

Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau
komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak
secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di
sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu,
tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam
keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau
mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup
menyebabkan kemalasan.

Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan-
tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi
dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus
membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai,
dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh
komitmen; “pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus
menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan,
mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah
kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama
keluarga.”

2. Mengasah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi
dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi.
Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak
motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan-
tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti
mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-
tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau
ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan
membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi
konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus
difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah
kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis,
mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki
kemampuan presentasi.

Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten
dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang
benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada
posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi
dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini
akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen
pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.

Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas
pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan
kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan,
resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti
lagi. Sayang sekali.

3. Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para
pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan
tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas
untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk
berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis,
sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian
sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-
lama dengan para orang malas dan pesimistik.

Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya.
Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar
menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa
enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan
mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada
semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian,
dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang
sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan
kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan
masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan
total.

Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk
berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah
bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan
bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja
keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-
motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup
pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun
di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa
menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama
sehingga orang lain jadi ikut tergerak.

4. Disiplin Diri
Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso,
Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam,
maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di
dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”
. Kata-kata mutiara
yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras
pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai
hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras
pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa
kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang
memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana
seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih?
Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika
dia sering mangkir atau bolos kerja?

Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri,
memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah
jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak
bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi
juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya.
Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan
kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran
PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada
kita.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika
kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan
tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan
mempermudah munculnya rasa malas.

dengan semangat!!

bila kita memulai hari, biasakanlah kita memulai hari seperti ketika kita ada keperluan, seolah kita dituntut harus bangun pagi menyiapkan diri,   walaupun tidak adaagenda apapun pada hari itu. mengutip dari dialog film HITCH.  memang benar apa yang dikatakan dalam film itu tetapi mungkin kita semua seharusnya bisa mengambil sesuatu yang baik dalam film tersebut. sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan terus lebih baik sehinggaa kita akan tetap belajar berjuang dan berprestasi.

buat apa hidup ini bila kita tidak bisa menyeleseikan apa yang ditugaskan kepada kita dan tidak bisa memberikan sesuatu yang baik kepada semua orang yang ada diskitar kita. tentunya keberadaaan kita spesial di hadapan mereka karena mereka berharap kepada kita semua. sehingga apapun yang pernah dan akan kita lakukan sebaiknya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik di hari kemudian.

Tetap semangat kawan karena memang kita di takdirkan sebagai makhluk yang harus bisa bekerja keras apapun keadaaanya. kita adalah manusia, makhluk tebaik yang pernah diciptakan di jagat raya!!

tetap semangat dengan apapun yang kalian peroleh hari ini!! dan tentunya jangan lupa berharap dan berdoa karena manusia tanpa harapan seperti manusia yang kosong manusia gila yang tak tahu arah.

 

aku ingin menjadi apa??

kenapa setiap hari aku selalu dipusingkan dengan masa depan, dan tentunya selalu bertanya dan terus berpikir besok kelak aku akan menjadi apa. mungkin banyak juga sebagian dari kita yang punya permasalahn yang sama denganku, mnengenai kebingungan kelak apa yang haru s dilakukan untuk masa depannya, apa yang akan kulakukan setelah lulus, melihat orang2 di sekitarku yang seperti itu-itu saja,
setelah lulus bingung mencari pekerjaan dan setelah mendapat pekerjaan yang pas kemudian mereka2 bbekerja dan  bekerja seperti mesin yang di haruskan bekerja dan saya melihatnya saja sudah jenuh kenapa harus seperti itu melulu. huhuhhuuu… AKU GAK MAU SEPERTI ITU!!

kemudian ketika saya melihat orang lain yang masa depannya di atur oleh orangtuanya yang sudah di siapkan tempat dan kerjaan untuknya begitu mudahnya dia menatap masa depan dan di haruskan untuk selalu patuh pada orang tuanya… huhuhu  AKU GAK MAU SEPERTI ITU!!

melihat kembali seorang teman yang sudah lulus kemudian menjadi PNS kemudian menikah kelihatan bahagia dengan seorang anak apakah cukup disitu saja, apakah hanya itu saja…huhuhuu AKU GAK MAU SEPERTI ITU!!

seorang teman yang baru merayakan kelulusannya meraih gelar sarjana ekonomi kemudian melanjutkan kuliah lagi, kemudian saya tanya rencana kedepannya dia dengan jelas menjelaskan apa yang di lakukannyaa saat masa mendatang, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dan akhirnya terjawab juga,.,., dan aku pun tetap… huhuhuhuh,, AKU GAK MAU SEPERTI ITU!!

kadang ketika kita ditanya apa cita-cita mu?? kita tidak semudah anak2 yang langsung saja mengucapkan cita2nya waktu itu. sekarang saya sudah mulai terkotak-kotak yang tidak bisa seenaknya saja ingin menjadi apa yang kita inginkan, “seorang yang kuliah di fakultas kedokteran tentunya dia tidak akan bercita-cita sebagai hakim bukan??”

maka sebelum dirimu masuk lebih dalam dengan apa yang kamu pilih, alangkah lebih baiknya kalo kita memulai mempersiapkan masa depan kita kelak, akan jadi apa nanti saya. dan hal tersebutlah yang selalu aku pikirkan dan tak pernah menemui ujung pangkal jawaban dari masalah tersebut. melihat note seorang teman yang mempunyai rencana kehidupan yang matang dan jelas tapi tetap saja, huhuhuu..  AKU GAK MAU SEPERTI ITU!!

ada lagi seorang teman yang baru saja merasakan indahnya kuliah di jogja, tapi tidak kuat menahan goda, samapai dia harus mengulang kuliahnya di kota asalnya. dan ketika kutanyakan mengenai rencana masa depan dia juga sudah jelas menjawabnya.. . dan sepertinya tetap tanpa beban dan selalu berusaha menjadi dirinya… huhuhuhu AKU GAK MAU SEPERTI ITU!!

sebenarnya setiaap masalah tentunya pasati ada jalan keluarnya, dan bila kita kembalikan baahwasannya masa depan adalah rahasia tuhan,  dan tentunya tuhan mempunyai rencana mengenai masa depan. dan kita selalu berusaha untuk merencanakan masa depan tersebut, walaupun seringkali tidak sampai pada tujuan akhir dari rencana tersebut, kita sudah mengeluh kita sudah menyerah setiap ada hambatan ataupun  godaan yang menghadang. jadi apakah saya masih perlu kebingungan dalam merencanakan masa depan saya.  biarlah waktu yang menjawabnya, ketika saya terus berpikir maka saya bisa gila, karena masalah2 yang saya pikirkan adalah  masalah yang sudah jelas tidak ada jawabanya dan saya selalu memikirkannya berulang -ulang, semoga saya tidak gila dan dianggap tidak gila.

aku ingin menjadi apa?? atau besok bagaimana keadaanku?? tolong berikan bantuan pencerahan kepada hamba ini. saya tidak berharap tulisan ini memberikan manfaat bagi kalian tapi besar harapan saya tulisan ini bermanfaat untuk saya.. amin

berharap semoga setiap pagi selalu begini

trimakasih tuhan telah memberiku seorang pemerhati, yang mampu merubah lelapku menjadi sebuah gumpalan energi untuk menghadapi arus kerasnya hari. Pukul 02.00 dini hari saya masih larut dalam obrolan saya yang disana memang mengobrolkan tentang masalah sehari-hari dan tentunya masa depan yag akan kita hadapi. sampai akhirnya kita bertiga pun terlelap menikmati malm yang lumayan dingin di atas kasur tipis yang sedikit agak kotor.

berpikir terbalik

Kenalkah Anda dengan Edgar Rubin? Mungkin tidak. Tetapi jika ditunjukkan kepada Anda sebuah gambar yang tampak sebagai “vas” dan pada saat yang sama dapat dilihat sebagai “dua wajah yang berhadapan” (Anda dapat membayangkannya?), barangkali Anda segera merasa akrab. Rubinlah si pencipta gambar yang dapat dilihat dalam dua perspektif ini.

Gambar yang dibuat oleh Rubin pada 1915 itu menyiratkan apa yang disebut metode pembalikan. Saat menemui sebuah persoalan, orang menggunakan sudut pandang tertentu untuk memperoleh pemahaman. Jika ia sekaligus memakai sudut pandang yang berlawanan, ia niscaya dapat menemukan pemahaman yang lebih kaya.

Dr. Albert Rothenberg, peneliti proses kreatif, menjelaskan proses tersebut sebagai “pemikiran Janusian”. Istilah ini mengambil nama dewa Romawi, Janus, yang memiliki dua wajah yang menghadap ke arah berlawanan. Rothenberg menunjukkan jejak pemikiran Janusian dalam karya Einstein, Mozart, Picasso, dan Conrad.

Ingin mencoba cara berpikir Janusian? Begini: ajukan pertanyaan “Apa lawan dari ini?” Lalu cobalah membayangkan kedua hal berlawanan itu ada pada saat bersamaan.

Michael Michalko, dalam bukunya Thinker Toys, memberi contoh konkret penerapan cara berpikir Janusian pada praktek pertanian. Pertanyaannya: Mungkinkah membajak tanah pada malam hari, bukan pada siang hari? Peter Juroszek dan rekan-rekannya di Universitas Bonn, Jerman, menemukan bahwa petak tanah yang dibajak pada malam hari dapat mengurangi pertumbuhan rumput hingga lima kali dibandingkan dengan pembajakan pada siang hari. Sebabnya, kebanyakan biji rumput membutuhkan kurang dari satu milidetik cahaya untuk mulai bertuna, sedangkan biji kebanyakan tanaman dapat tumbuh dalam kegelapan.

Cara berpikir Janusian merupakan cara kreatif dalam memecahkan suatu masalah. Bila Anda mencoba mempraktekkannya, Anda akan mengetahui betapa makin kaya pemahaman kita atas masalah itu. Mungkin saja kita menemukan hal-hal yang bakal terlewatkan bila kita memakai satu sudut pandang. Anda mungkin menemukan segi-segi yang tak terduga. Dengan berpikir pula dari sisi sebaliknya, bisa jadi kita mendapatkan jalan keluar yang lebih tepat.

Yang seringkali terjadi ialah kita bersikukuh bahwa sudut pandang tertentu itu yang paling tepat tanpa mencoba terlebih dulu sudut pandang lain, apa lagi yang berseberangan. Padahal, sebelum suatu keputusan diambil, kita semestinya membebaskan diri untuk melihat suatu persoalan dari sudut manapun. Bukan sebaliknya, justru memenjarakan diri dalam satu perspektif saja.

Menerapkan cara berpikir Janusian di perusahaan dapat mendorong siapapun yang ada di dalamnya untuk inovatif. Suatu bakal-produk, strategi pemasaran, atau perubahan organisasi akan menemukan bentuknya yang lebih solid dan lebih matang bila “ditantang” dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berlawanan perspektifnya. Ini pengujian yang bagus sebelum produk dilempar ke pasar, sebelum strategi pemasaran diluncurkan, atau sebelum perubahan organisasi dijalankan.

cong cong

teringat kembali kala waktu kecil, seorang yang bandel dan sedikit cerdas, . , seorang yang tak pernah bermimpi sedikitpun untuk menjadi bagian dari negri ini.
sesuatu yang

Software Operator

Operator merupakan sebuah aplikasi browser internet yang membuat Anda dapat menjelajah situs di internet tanpa dikenali. (1) OperaTor versi portable ini dilengkapi dengan Tor yang terintegrasi,(2) membuat Anda dapat surfing web tanpa diketahui alamat IP.
Menggunakan OperaTor cukup mudah. (3) Cukup download OperaTor dalam bentuk zip sebesar 7 MB dan (4) extract ke flash drive, kemudian dalam sekejap Anda dapat surfing di public serta menjelajah web dan membuat komputer Anda tetap aman.
OperaTor bekerja dengan baik dan cepat.(5) Kecepatan loading halaman web begitu mengesankan, situs-situs penuh gambar dan animasi pun dapat dibuka dengan cepat. Kecepatan membuka halaman web pada OperaTor akibat dari penggunaan Polipo, (6) sebuah caching web proxy kecil yang sudah tertanam di OperaTor. Ketika mencoba membuka situs download squad.com, OperaTor berhasil membuka satu halaman penuh dalam waktu 22 detik. Sedikit dua kali lebih lama dari Firefox versi terbaru.(7) Tidak terlalu lama, apalagi privasi dan keamanan Anda terjamin pada saat browsing. Pengembang OperaTor di situs resmi mereka memperingatkan hanya HTTP dan HTTPS yang dapat disembunyikan oleh Tor, jadi sebaiknya Anda menghindari penggunaan Javascripts dan fungsionalitas Opera IRC agar tetap aman.
Untuk para pengguna internet jalanan, dan yang sering mengalami paranoid, OperaTor wajib dicoba.

No. Tidak Baku Bentuk Baku Keterangan
1 Portable Portabel Mudah dibawa
2 Surfing Berselancar Menjelajahi dunia internet
3 Download Mengunduh Mengambil file digital dari internet
4 Extract Ekstrak Menyuling
5 Loading - Pemuatan
6 Chacing -
7 Browsing - Membaca atau melihat-lihat arsip

buruh dari masa ke masa Share

Buruh, tani, mahasiswa,, rakyat miskin kota
Bersatu padu rebut demokasi
Gegap gempita dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia.
Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyaraka
Indonesia baru tanpa orba

Sepenggal lagu di atas adalah mantra sakti yang digunakan sekitar 12 tahun yang lalu, yang mampu membangkitkan semangat masyarakat yang berpuluh-puluh tahun tertindas untuk melawan. Tertindas bukan oleh orang lain akan tetapi oleh bangsanya sendiri yang menjadi penguasa rezim. Mustahil sekali untuk melawan dan menang waktu itu dengan melihat bagaimana rezim begitu kuat dan bertindak represif serta mendapat dukungan penuh dari militer. Merupakan suatu yang mengejutkan ternyata sepuluh tahun yang lalu mampu memotong sejarah kediktatorn se’orang penguasa dan menjadi tonggak sejarah baru bagi kelanjutan kehidupan bangsa.
Ada suatu adagium yang populer menyatakan bahwa segala sesuatu ada zamannya dan setiap zaman akan berbeda untuk setiap sesuatu. Mungkin ini juga berlaku bagi mantra sakti diatas yang digunakan oleh ribuan demonstran yang dengan bahu-membahu menggulingkan masa orde baru. Walalupun masih banyak dinyanyikan, didengung-dengungkan terutama oleh mahasiswa dan dipaksakan jadi lagu wajib ketika ospek atau juga masih bisa didengar ketika lagi demo kenaikan harga BBM atau KPK kemaren misalnya akan tetapi ia tak lebih dari nostalgia masa lalu dan pada kenyataannya bahwa lagu tersebut kehilangan daya pendobrak masa untuk melawan musuh-musuh rakyat yang lebih sakti lagi. Bahkan menyanyikan lagu ini hanya sekedar formalitas tanpa ma’na.
Terlepas dari lagu ini apakah masih sakti atau tidak sebagai mantra penyemangat sebagaimana dalam liriknya. Kehidupan tidak berubah yang miskin tetap miskin dan orang-orang kaya baru bermunculan dan menjadi elit yang menggantikan kedudukan penguasa yang lalu. Namun masih ada baiknya pula mencermati bahwa didalam lagu ini sang pengarang menyebutkan kesuksesan perlawanan itu dilakukan bersama-sama oleh segenap element masyarakat: buruh, tani mahasiswa dan lain-lain pula. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menyoroti elemen yang pertama bertepatan dengan momentum yang dirasa sangat pas yaitu 1 mei sebagai hari buruh internasional.
Dalam konstitusi Negara kita yang semua sumber hukum bermuara padanya dan menjadi tolok ukur terakhir dan utama bagi setiap aturan menyebutukan didalam pasal-pasal tentang hak asasi manusia terutama pasal 28 D ayat 2 “ Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.” Ya secara normative demikian adanya akan tetapi dari hak yang diatur dalam norma dasar tersebut masih butuh seperangkat norma lagi untuk melaksanakannya dan sebenarnya yang terpenting adalah perlu komparasi antara UUD tersebut ( ground norm) dengan peraturan pelaksananya yang mestinya berada dibawahnya dan tidak boleh bertentangan dengannya.

Kebijakan Yang Tidak Memihak

Sebagaimana umumnya negara didunia, Indonesia juga mengalami sejarah perburuhan yang panjang. Bahkan bisa dikatakan sejarah perburuhan indonesia adalah bagian dari sajarah perburuhan didunia. Walaupun Indonesia adalah negara agraris akan tetapi proses industrialisasi juga mampu mencapai sudut-sudut terdalam wilayah indonesia. Bahkan awal proses industrialisasi tersebut jika kita menengok beberapa puluh tahun kebelakang akan terlihat bahwa industrialisasi itu diawali dari bidang agrarian ini. kita masih ingat akan karya penting zaman kolonialis yang ditulis oleh multatuli dalam judul maax havelaar bagaimana ia menggambarkan sistem tanam paksa di daerah lebak banten yang menindas bangsa pribumi putra ( orang asli indonesia).
Kolonialisasi yang pastinya juga menerapkan ideology kapitalis sebagai patokan utama dalam mengambl kebijakan sudah barang tentu mereka akan mengeruk keuntungan dari Negara yang dikuasai. Bukan hanya wilayah yang mereka rebut akan tetapi juga manusia-manusianya mereka kuasai dan mereka perbudak. Pada masa indonesia dibawah jajahan ini maka mereka dipaksa bekerja tanpa dibayar. Dalam masa ini dikenal adanya sistem kerja paksa baik untuk menyerahkan tenaganya karena tidak punya lahan atau bagi yang punya anah untuk menanami tanah pertaniannya dengan komoditi ekspor belanda.
Mungkin agaknya berlebihan jika kita memulai sejarah perburuhan dari konteks kolonialisasi karena adanya perburuhan pasti memuat buruh dan majikan. Sedangkan zaman colonial adalah budak dengan tuannya. Tapi disitu sebenarnya kita bisa melihat satu kesepahaman bahwa walaupun dalam sistem yang berbeda dalam hubungan antara buruh dan majikan akan tetapi motifnya kira-kira sama.
Prinsip dalam ekonomi yang sejak SMP diajarkan adalah kira-kira berbunyi seperti ini MELAKUKAN PENGELUARAN SEKECIL-KECILNYA UNTUK MENDAPATKAN PENGHASILAN SEBESAR-BESARNYA. Prinsip ini mungkin jika hanya kita lihat sekilas merupakan suatu teori semata akan tetapi lebih dalam ketika kita coba lihat bagaimana mengaplikasikannya maka hasilnya akan bisa kita saksikan dalam sistem perekonomian Negara kita dan Negara-negara didunia sekarang. Simple memang namun bahwa adanya eksploitasi manusia dan juga sumber daya alam bisa dimulai dari prinsip ini.
Prinsip yang tersebut diatas maka bisa diterjemahkan bahwa pengusaha harus untung sebesar-besarnya. Untuk memperoleh keuntungan maka ia harus meminimalisir pengeluarannya dan salah satu pengeluaran adalah gaji buruh-buruhnya. Begitu juga dengan gaji buruh yang murah mereka masih harus memaksa buruh-buruh tersebut untuk bekerja sekeras-kerasnya untuk memperoleh hasil yang besar dan keuntungan juga akan besar pula. Maka dari deskripsi diatas bisa dipahami kalau kita coba baca sejarah maka itu terjadi pada mulanya dinegara yang menuju industrialisasi dan terutama dimulai dari inggris. Yang mana untuk mensukseskan agenda industrialisasinya maka disana jam kerja sangat lama dan juga tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Maka tidak heran kemudian di Negara-negara ini yang mula-mula dituntut adalah pengaturan jam kerja, masalah anak-anak lalu juga masalah jamoinan sosial.
Balik lagi pada sejarah indonesia bahwa pasca kolonialisasi bukan berarti maslah perburuhan menjadi membaik. Disana pertentangan-pertentangan sangat besar terutama waktu itu Negara muda yang namanya insdonesia juga sedikit banyak terkena pengaruh dua kekuatan ideology besar dunia waktu itu. Disatu sisi barat yang dipimpin Amerika serikat tampil dengan wajah kapitaisnya yang mana suatu kebijakan negara agar bisa eksis dalam kancah internasional tergantung pada modal yang dimilikinya implikasinya juga bahwa modal adalah yang paling berperan dari Negara tersebut dan juga Negara harus mengikuti kemauan sistem ini. Sebaliknya di eropa timur juga menjalar kesebagian besar dunia muncul ideology sosialis yang kemudian dalam perkembangannya muncul juga komunis sebagai partai-partainya. Dalam ideology ini memberikan kewenangan yang sangat besar bagi negara untuk mengatur kehidupan rakyatnya sehingga pemerintahan negara yang menganut ini banyak yang menjadi otoriter.
Dalam masa ini nasib buruh pun banyak tidak berubah terutama karena kondisi politik negara yang tidak stabil namun cukup menggembirakan bahwa waktu itu posisi buruh cukup mendapat perhatian Pemerintahan terutama karena adanya partai yang memang secara tegas punya perhatian disitu. Walaupun bagi sebagian orang dinegeri ini PKI dianggap sebagai partai yang jahat akan tetapi jika kita cermati PKI lah yang punya banyak perhatian terhadap buruh, kaum tani dan rakyat miskin waktu itu. Dan juga pada waktu itu juga adanya sistem land reform yang tentunya juga memberi keuntungan bagi buruh tani dengan adanya pemerataan kepemilikan tanah.
Setelah orde lama tumbang maka munculah orde dengan presiden baru. Namun salah satu yang melatar belakangi tumbangnya rezim lama adalah salah satunya karena adanya upaya coup de etat ( kudeta) oleh PKI. Maka dari asal itu kemudian kita mengalami masa-masa sejarah yang kelam bahwa PKI melakukan pembantaian dalam upayanya akan tetapi karena kekalahannuya dalam upaya tersebut maka terjadi pembantaian balik pada orang PKI, simpatisan atau yang di PKI_kan.dalam perkembanganya Karena sentiment ideology maka hal-hal yang berbau kegiatan PKI di curigai akibatnya kaum buruh juga menerima dampak ini Karena seperti paparan diatas agenda PKI salah satunya difokuskan pada penghidupan kaum buruh.
Dalam masa orba ini maka kebijakan yang diambil berbanding terbalik 100% dengan rezim sebelumnya. Jika masa sebelumnya Pemerintahan lebih condong ke sosialis maka untuk orde baru sebaliknya akibatnya indonesia membuka diri seluas-luasnya terhadap barat sehingga indonesia. Pada masa itu indonesia juga membuk Hubungan ekonomi dengan Negara-negara tersebut, maka Negara barat yang corak ideologinya capital maka mereka secara besar-besaran menanamkan investasinya dinegara indonesia dan memang hal itu yang dikehendaki indonesia syarat mereka menanamkan infestasinya di indonesia. Untuk kenyamanan berinfestasi salah satunya adalah harus tersedianya buruh yang upahnya murah.

Buruh dan harapan

Pada hari ini buruh dimana-mana berhak memperingati hari yang diperuntukkan bagi mereka. Hari buruh dimulai sejak 1890 sedangkan di indonesia mulai 1920 namun apa yang menjadi peringatan tahunan ini hanya seremonial belakanya. Faktanya bahwa kebijakan yang diambil oleh negara kebanyakan lebih memihak pada pemodal daripada para buruh. Hal ini wajar terjadi di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia bahwa investasi asing adalah hal yang mewah serta untuk mendapatkannya haruslah dengan usaha yang maksimal karenanya jika mereka telah masuk maka mereka harus dijaga jangan sampai mereka pergi lagi. sedangkan mereka yang mau menanamkan infestasinya bukan tanpa syarat. Dua syarat utamanya adalah upah buruh yang rendah dan keamanan usaha.
Sementara di posisi yang lain kaum buruh tidak memiliki posisi tawar sama sekali. Jika dilihat dari motif mereka bekerja maka kebanyakan karena factor kemiskinan ekonomi, apalagi industry-industri yang ada diindonesia kebanyakan berbentuk usaha padat karya maka disisi lain banyak menyerap tenaga kerja juga banyak menuntut mereka untuk kerja yang maksimal. Sedangkan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan benar-benar ketat terutama di sector-sektor bawah maka mau tidak mau mereka akan diam saja jika terjadi penindasan. Sebab jika mereka melawan maka mereka harus siap diganti dengan buruh yang lain. Dan akibatnya mereka akan kehilangan pekerjaannya padahal dari menjadi buruh itulah satusatunya mata pencaharian.
Hal seperti diatas adalah kondisi umum dalam kehidupan perburuhan, terakhir CAFTA ( China Asean Free Trade Area) adalah contoh yang membuktikan hal tersebut maka bisa dipastika dampaknya kedepan sudah bisa diprediksi, masuknya barang2 produksi China akan mematikan industry lokal dan bisa dipastikan bakal banyak buruh yang di PHK .
Padahal selain masalah-masalah itu hal-hal dasar perburuhan belum terlaksana. Taruhlah misalnya jaminan sosial, Upah minimum, jam kerja dan lain2. Selain itu yang sampai saat ini masih menjadi ganjalan adalah setiap buruh melakukan aksi masih cenderung ada kecurigaan dari pemerintah bahwa meraka orang-orang kiri ( komunis) padahal aksi yang dilakukan murni semata-mata menuntut hak. Selain itu bahwa regulasi yang ada belum mendukung untuk berpihak kepada kaum buruh dari pada kepada kapitalis. Harapannya kedepan perlu ada perlakuan yang lebih fair dari pemerintah. UU no 13 tahun 2003 perlu untuk diubah melihat muatan dr UU tersebut sebenarnya belum memberikan peluang bagi buruh untuk mendapatkan hak-haknya. Dan bahwa sedikit agak membingingkan karena dalam klausula yang menyebutkan hak akan tetapi malah pasal-pasal yang mengaturnya muatannya adalah kewajiban

oleh : adib zain

Indonesia Negeri Kaya

Analisis Denny Indrayana
Indonesia Negeri Kaya Nihil Dosa
Denny Indrayanadetikcom
Jakarta – Siapa bilang Indonesia miskin-papa. Salah besar, bohong benar. Indonesia negara kaya-raya. Negeri makmur-subur, damai-sentosa. Indonesia hanya pura-pura miskin: pura-pura banyak utang; pura-pura banyak teroris; pura-pura banyak masalah. Sejatinya, Indonesia adalah negara paling bahagia di seluruh dunia, di seantero jagat raya.
Dunia yang mengira Indonesia miskin, tertipu. Mereka hanya melihat kulit, tidak melihat isi. Dunia terpana tampilan luar fisik Indonesia yang coreng-moreng-bopeng, padahal itu hanya topeng. Sebenarnya Indonesia bukan negeri gepenggelandangan-pengemistapi bangsa yang keren-mentereng. Tak percaya? Simak saja bagaimana harga minyak dikerek menyamai harga di pasaran dunia, bukankah itu artinya daya beli masyarakat Indonesia pun seharusnya setara dengan negara hebat lainnya?
Meski mengirim babu ke manca negara, itu bukan berarti kita berkasta sudra. Justru sebaliknya, Indonesia itu negeri luar biasa kaya-raya. Buktinya, punya utang US$ 134,9 miliar pada akhir 2003, tenang-tenang saja. Malah unjuk gigi berutang lebih banyak lagi. Agar negara kaya senang hati. Indonesia itu pura-pura miskin, untuk berbaik budi, sebagaimana praktik yang diajarkan para sufi.
Indonesia itu bangsa emas. Hanya emaslah yang terus diuji, diasah. Kalau batu cadas, ketemu langsung dibuang. Indonesia emas, bukan cadas. Indonesia adalah jamrud khatulistiwa. Meski dimana-mana ada bencana. Itu semua bukan laknat. Itu semua nikmat, berkat yang diturunkan dalam bentuk yang tidak memikat.
Tsunami di Aceh, itu nikmat. Longsor dimana-mana itu rahmat. Demam berdarah, flu burung di seantero nusantara, itu berkat. Kalau pemerintah negeri lain pasti kalang-kabut menghadapi itu semua, pemerintah Indonesia, santai dan damai-damai saja. Sama tenangnya dengan kebanyakan televisi yang tetap sarat menyajikan hiburan ala goyang pantat dan acara-acara yang mengumbar syahwat.
Mau tahu resepnya Indonesia begitu hebat? Hanya satu kata: TAAT. Pemimpin Indonesia semua terhormat-bermartabat. Bayangkan, koruptor di Indonesia itu agamanya luar biasa kuat. Sekelas Kiai yang tak jua mau bertobat meski menilep dana alokasi umat. Itu maknanya, agama difahami amat hakiki, sesuai nilai dasarnya saja. Agama itu ada, dikala orang tidak perlu mengingatnya. Orang yang beragama, tidak perlu selalu pamer keberagamaannya. Jika perlu, pura-pura saja lupa. Sholat-puasa biasa, korupsi juga jalan apa-adanya.
Pokoknya Indonesia itu tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Adanya, seperti tiadanya. Yang kelihatan, belum tentu yang kenyataan. Indonesia itu negeri paling sufi. Buktinya Amerika Serikat sang Adi Daya saja di subsidi kehidupannya oleh masyarakat miskin di ujung Papua. Gunung emas di Timika diberikan secara nyaris cuma-cuma di tengah banyak masyarakat puncak Jaya Wijaya yang tak putus dirundung nestapa, apalagi setelah kerusuhan di Abepura.
Australia adalah negara super lain yang paling tahu bagaimana bersahajanya politik Indonesia. Demi persahabatan antar dua negara, Indonesia rela dikira tak punya daya upaya. Berbilang kali Australia bermain-main dengan harga diri bangsa, tetapi pemerintah Indonesia tetap saja bermanis muka. Karenanya, kemarahan pemerintah Indonesia akibat pemberian visa kepada pencari suaka dari Papua hanya dibalas Australia dengan pandangan sebelah mata. Seandainya dengan negara lain, Australia pasti sudah disumpahi tak setia, ibarat TTM, teman tapi monyong kelakuannya.
Indonesia adalah negeri tanpa dosa. Hanya di negeri ini koruptorpun dihormati dan diberi fasilitas hidup layaknya di surga. Tak mengherankan lebih dari 1200 orang pejabat negara betah saja diperiksa sebagai tersangka maupun terdakwa. Bahkan KPK yang seharusnya menjadi panglima angkatan perang bersenjata, penyidiknya pun terperangkap penyakit korupsi yang memang terlanjur merajalela.
Korupsi. Agaknya memang praktik itulah yang di Indonesia tidak pernah dianggap dosa. Terutama bagi para petinggi negara. Tengok saja, ada empat wilayah yang tetap bebas melakukannya, yaitu: Istana, Cendana, Senjata dan Pengusaha Naga. Di ke empat ranah itu, hukum hanya pajangan semata dan tidak berdaya melawan praktik nista para pelaku mafia. Komisi Yudisial yang mencoba-coba berlaga harus berhadapan para hakim agung yang tebal muka, buta mata-buta hatinya. Perorangan yang mencoba-coba mengangkat suara akan dengan mudah dibuat tiada, semudah arsenik menyatu dengan jiwa-raga bersahaja Munir yang kasusnya hingga kini tak tentu ujung rimbanya.
Hukum rimba itulah memang yang nyata hadir di bumi persada. Hukum yang menghamba sahaya kepada para penguasa dan penyandang dana. Hukum yang lupa akan tugas utamanya untuk membawa kabar bahagia kepada siapa saja, tak perduli apa posisinya. Hukum yang berbeda perlakuannya ketika berhadapan dengan para elit atau kawula alit. Hukum yang tebang pilih kasih. Hukum yang menebas para kopral tapi melepas para jenderal. Hukum yang sarat dengan praktik nista mafia peradilan.
Karena semua kemunafikan itu, di negeri jamrud khatulistiwa ini sewajibnya hadir kekhawatiran nyata. Karena tanpa tindak segera, negeri ini tak akan bertahan lama. Negeri yang kaya harta tapi miskin harga diri bangsa. Rasa kebangsaan ber-Indonesia berada di persimpangan antara (ti)ada dan tiada. Sejujurnya, Indonesia memang kaya tapi terkena kutukan menjadi sudra dunia karena tak pernah merasa korupsi itu adalah dosa yang teramat nyata.
Keterangan Penulis:
Denny Indrayana, Doktor Hukum Tata Negara, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, Direktur Indonesian Court Monitoring.

PERKAWINAN ENDOGAMI PADA MASYARAKAT KETURUNAN ARAB DI INDONESIA

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada masyarakat adat perkawinan bersangkut paut dengan urusan famili, keluarga, masyarakat, dan pribadi. Demikian yang terjadi pada masyarakat keturunan Arab di Indonesia, masyarakat yang masih kuat memegang prinsip kekerabatan berdasarkan keturunan (genealogis), dimana keluarga berperan besar dalam menentukan jodoh dan menikahkan anak. Bentuk perkawinan yang disukai adalah perkawinan endogami.

Kata kunci : perkawinan, keturunan Arab, genealogis, endogami.

I. PENDAHULUAN
Perkawinan merupakan suatu peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sedemikian penting arti dari perkawinan ini dikarenakan manusia tidak akan dapat berkembang tanpa adanya perkawinan, karena perkawinan menyebabkan keturunan, dan keturunan menimbulkan keluarga yang berkembang menjadi kerabat dan masyarakat. Jadi perkawinan merupakan unsur tali temali yang meneruskan kehidupan manusia dan masyarakat.
Definisi perkawinan menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yag bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu dengan adanya perkawinan adalah untuk memenuhi tuntutan naluri hidup manusia, berhubungan antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan keluarga, sehingga hubungan kelamin tersebut menjadi halal dan akan tercipta keluarga yang diliputi rasa ketenteraman serta kasih sayang dengan cara yang diridhai Allah.
Perkawinan dalam masyarakat adat berbeda dengan perkawinan pada masyarakat barat yang moderen. Pada masyarakat adat perkawinan bersangkut paut dengan urusan famili, keluarga, masyarakat, martabat dan pribadi. Sedangkan pada masyarakat barat yang moderen perkawinan hanya merupakan urusan yang kawin itu saja. Di kalangan masyarakat adat yang masih kuat prinsip kekerabatannya berdasarkan ikatan keturunan (genealogis), maka perkawinan merupakan suatu nilai hidup untuk dapat meneruskan keturunan, mempertahankan silsilah dan kedudukan sosial yang bersangkutan. Selain itu perkawinan juga memiliki fungsi untuk memperbaiki hubungan kekerabatan yang telah menjauh atau retak, sehingga perkawinan tersebut merupakan sarana pendekatan dan perdamaian kerabat dan begitu pula perkawinan itu bersangkut paut dengan warisan kedudukan dan harta kekayaan.
Salah satu kelompok masyarakat yang masih memegang kuat prinsip kekerabatan berdaarkan ikatan keturunan ialah masyarakat keturunan Arab di Indonesia. Didalam masyarakat keturunan Arab tersebut bentuk perkawinan yang disukai adalah perkawinan juga dengan sesama keturunan Arab, terutama bagi anak perempuan. Bentuk perkawinan seperti ini seringkali disebut dengan perkawinan endogami dalam arti luas. Arti dari perkawinan endogami sendiri adalah sistem perkawinan yang hanya memperbolehkan seseorang kawin dengan seorang dari suku keluarganya sendiri. Karena endogami yang dimaksud adalah endogami dalam arti luas, maka pengertiannya menjadi seseorang tersebut harus kawin dengan seorang dari suku keluarganya sendiri namun tidak harus dari satu fam. Namun dalam masyarakat keturunan Arab di Indonesia, perkawinan sesama warga keturunan ini tidak dapat dilakukan asal keturunan Arab, namun harus dengan keturunan Arab yang masih satu golongan.

II. PERKAWINAN ENDOGAMI PADA MASYARAKAT KETURUNAN ARAB
Masyarakat keturunan Arab di Indonesia, walaupun sudah hidup berdampingan dalam siatuasi kemajemukan budaya, suku, dan, bahasa, dan bahkan sudah merasa menjadi orang Indonesia asli karena lahir di Indonesia dan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi, namun dalam hal menentukan jodoh dan menikah masih menjalankan apa yang selama ini menjadi tradisi perkawinan masyarakat keturunan Arab. Dalam masyarakat keturunan Arab jenis perkawinan yang disukai adalah perkawinan endogami.
Dalam masyarakat keturunan Arab di Indonesia dikenal dua penggolongan besar yang terbentuk atas dasar keturunan. Golongan pertama disebut golongan alawy atau ba’alawy. Golongan ini meng-klaim sebagai keturunan dari Sayidina Ali bin Abi Thalib (sepupu sekaligus menantu dari Rasulullah SAW). Kaum laki-laki dari golongan ini menyebut dirinya Sayyid atau Syarif, sedangkan kaum perempuannya disebut syarifah atau sayidah. Adapun golongan yang kedua adalah qabili, yaitu golongan di luar kaum sayyid. Kaum laki-laki menyebut dirinya dengan sebutan syaikh. Di Indonesia pembedaan antara golongan alawy dan qabili juga dapat ditentukan berdasarka organisasinya, kelompok sayyidi umumnya merupakan pengikut organisasi Jamiat al-Kheir, sedangkan kelompok syaikh (Musyaikh) adalah pengikut organisasi al-Irsyad atau sering disebut dengan sebutan Irsyadi.
Hubungan antar kedua golongan ini di Indonesia berjalan kurang begitu baik. Kelas alawy senantiasa merasa bahwa mereka merupakan kasta bangsawan karena merupakan keturunan dari Nabi, sedangkan golongan qabili dianggap sebagai kelas biasa/masyarakat kebanyakan. Antara kedua golongan ini dilarang melakukan perkawinan. Khusunya bagi perempuan, tradisi tersebut cenderung diskriminatif, karena walaupun jenis perkawinan yang disukai adalah endogami dalam arti luas, namun khusus untuk wanita syarifah, pintu tersebut cenderung tertutup dikarenakan perempuan harus menikah dengan laki-laki Arab dari golongan yang sama. Sedangkan untuk laki-laki (sayyid) ketentuan tersebut sedikit lebih longgar dan dapat lebih leluasa menyimpangi tradisi ini dengan menikahi perempuan keturunan Arab yang berbeda golongan maupun bukan keturunan Arab. Dari segi kuantitas tradisi ini memang sudah jauh berkurang pada masa sekarang, namun tetap tradisi untuk menikahkan anak dengan cara-cara demikian masih merupakan tradisi yang hidup pada masyarakat keturunan Arab. Orangtua akan berperan besar dalam menentukan jodoh bagi anak, sehingga seringkali terjadi perkawinan tersebut terjadi tanpa persetujuan salah satu atau kedua calon mempelai. Dapat dikatakan bahwa tradisi tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 karena di dalam Pasal 6 disebutkan bahwa perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Juga terdapat permasalahan lain dimana sering perjodohan terjadi dimana pihak-pihak yang dijodohkan masih berada dibawah umur, padahal Pasal 7 angka (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun.
Pada perempuan keturunan Arab, memang dirasakan ada semacam diskriminasi dalam menentukan jodoh. Meskipun diatas sudah disebutkan bahwa jenis perkawinan yang disukai adalah perkawinan antar sesama keturunan Arab, khusus pada perempuan kelas Sayidah jodohnya pun harus dengan lelaki dari kelas Sayyid. Alasan yang kerap menyeruak adalah alasan nasab. Nasab bagi masyarakat Arab diperhitungkan dari garis laki-laki. Perempuan Arab Sayyid yang menikah dengan laki-laki Arab non Sayyid atau bahkan bukan keturunan Arab otomatis akan terputus nasabnya ke bawah. Sedangkan bagi laki-laki keturunan Arab dari kelas Sayyid, karena kendali nasab berada di tangannya, maka hal tersebut relatif tidak menjadi masalah. Masyarakat keturunan Arab Sayyid umumnya berpendapat bahwa sudah semestinya keturunan Rasulullah SAW dilestarikan dan dijaga, sebagaimana firman Allah SWT “Katakanlah wahai Muhammad, aku tak meminta pada kalian upah bayaran atas jasa ini, terkecuali kasih sayang kalian pada keluargaku (QS. Assyuura 13). Selain masalah nasab, hal yang menyebabkan perempuan keturunan Arab tidak bebas dalam menentukan jodohnya diakibatkan adanya pendapat dari Imam Syafii yang menyebutkan bahwasanya tidak kufu pernikahan antara keturunan Rasulullah SAW dengan orang yang bukan dzurriyah.

III. PENUTUP
Pada masa sekarang sudah sepantasnya kebiasaan memilihkan jodoh dan menikah tanpa persetujuan si anak dihilangkan. Hal ini dikarenakan adat kebiasaan tersebut melanggar UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Pasal 6), juga bertentangan dengan Pasal 16 UU Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan.
Selain itu dalam ajaran agama Islam, yang merupakan agama masyoritas warga keturunan Arab, tidak ada ketentuan yang menyebutkan bahwa seorang dari keturunan Arab juga harus menikah dengan sesama keturunan Arab. Rasulullah SAW telah bersabda “Wahai orang-orang, ketahuilah bahwa seungguhnya Tuhanmu Maha Esa, dan ayahmu satu (Adam AS), ingatlah, bahwa tidak ada kelebihan apa-apa bagi bangsa Arab atas orang Ajam (bukan orang Arab), dan tidak ada juga kelebihan orang Ajam daripada orang Arab, dan tidak ada kelebihan bagi orang kulit merah atas kulit hitam, dn sebaliknya tidak ada kelebihan orang kulit hitam atas orang kulit merah, kecuali (kelebihan) itu karena taqwa-nya kepada Allah (H.R. Ahmad).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Azhar Basyir. 1999. Hukum Pekawinan Islam, Ctk. Kesembilan, UII Press, Yogyakarta
Hilman Hadikusuma. 2003. Hukum Perkawinan Adat dengan Adat Istiadat dan Upacara Adatnya, Ctk. Keenam, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.
Yulies Tiena Masriani. 2006. Pengantar Hukum Indonesia, Ctk. Kedua, Sinar Grafika, Jakarta.

Sumber Internet :

http://id.wikipedia.org

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.